spot_img
19.2 C
Indonesia
Rabu, Februari 25, 2026
spot_img

Dosen UMG Bedah Dampak Impor AS terhadap Regulasi Halal di Podcast MaklumatID

Bidik86.com || Surabaya – Globalisasi perdagangan kini membawa tantangan baru bagi integritas produk halal di Indonesia, terutama dengan masuknya kebijakan impor dari Amerika Serikat. Menanggapi fenomena ini, pakar dari Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menekankan pentingnya penguatan regulasi berbasis Maqashid Syariah untuk melindungi konsumen muslim tanah air.

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi hangat bertajuk “Globalisasi vs. Regulasi Syariah: Respons Muhammadiyah atas Kebijakan Impor AS” yang disiarkan langsung melalui Podcast MaklumatID dari Studio SD Muhammadiyah 4 Pucang, Surabaya, Rabu (25/2/2026).

Peran Strategis Akademisi
Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Abdul Kholid Ahmad, M.Pd., yang merupakan Dosen Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) sekaligus pengurus Lembaga Pemeriksa Halal dan Kajian Halal Thoyyiban. Dalam pemaparannya, Dr. Kholid memberikan analisis tajam mengenai posisi tawar Indonesia di tengah arus pasar bebas.
Beliau menyoroti bahwa kebijakan impor, khususnya dari negara barat seperti Amerika Serikat, sering kali berbenturan dengan standar ketat jaminan halal di Indonesia.

Menurutnya, perguruan tinggi seperti UMG memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal kebijakan publik ini.
“Kita harus memaknai masuknya produk impor bukan sekadar urusan ekonomi, tetapi bagaimana menjaga prinsip halalan thoyyiban tetap tegak. Regulasi nasional kita harus cukup kuat untuk menghadapi tekanan globalisasi tanpa mengorbankan perlindungan terhadap umat,” ujar Dr. Kholid.

Respons Muhammadiyah dan Solusi Global
Selain Dr. Kholid, diskusi ini juga menghadirkan Dr. Luluk Latifah, SE, ME., Ketua Halal Center Umsura. Keduanya sepakat bahwa Muhammadiyah melalui amal usaha dan pakar-pakarnya di kampus harus menjadi pelopor literasi halal global.

Dr. Kholid menambahkan bahwa dalam konteks Maqashid Syariah, perlindungan terhadap agama dan jiwa (hifdzud din & hifdzun nafs) harus menjadi prioritas dalam kebijakan impor. Beliau merekomendasikan pemerintah untuk memperkuat standardisasi halal internasional yang lebih tegas agar produk luar negeri tidak begitu saja masuk tanpa pengawasan yang akuntabel.

 

“Muhammadiyah konsisten melakukan advokasi agar pemerintah tidak terjebak dalam kepentingan pasar bebas semata, melainkan tetap mengedepankan kemaslahatan umat melalui diplomasi halal yang kuat,” tegas dosen UMG

 

Menuju Ekosistem Halal yang Mandiri*
Di akhir sesi yang dipandu oleh host Rista Erfiana Giordano, Dr. Kholid memberikan pesan kuat kepada generasi muda Muhammadiyah agar tidak alergi terhadap globalisasi, namun harus membekali diri dengan ilmu dan prinsip syariah yang kokoh khususnya aspek Halal dan Thoyib.
“Diskusi ini diharapkan mampu mendorong sinergi yang lebih erat antara akademisi, regulator, dan pelaku usaha dalam membangun ekosistem ekonomi syariah Indonesia yang mandiri dan berdaya saing global,” pungkas Dosen UGM Gresik

#Mediahukumdankriminal#

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments