Bidik86.com || BALIKPAPAN – Polda Kalimantan Timur bersama Universitas Mulawarman menggelar simulasi penggunaan Surface Active Agent sebagai salah satu inovasi pendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Mahakam Polda Kaltim dan dipimpin langsung oleh Kapolda Kaltim, Irjen Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., M.H., C.F.E., CFrA.
Simulasi ini merupakan bagian dari upaya mendorong pengembangan teknologi dan inovasi guna memperkuat kesiapsiagaan serta meningkatkan kemampuan penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Timur.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Kaltim didampingi Wakapolda Kaltim, Irwasda, para Pejabat Utama Polda Kaltim, para Auditor Kepolisian Madya Tingkat III Itwasda, Karumkit Bhayangkara Tingkat II, serta pejabat operasional dari sejumlah satuan kewilayahan.
Perwakilan satuan kewilayahan yang terlibat meliputi Polresta di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) serta Polres Berau, Kutai Kartanegara, Paser, Kutai Timur, dan Kutai Barat.
Kolaborasi antara Polda Kaltim dan Universitas Mulawarman ini diharapkan dapat membuka peluang pengembangan metode penanganan karhutla yang efektif, tepat guna, serta sesuai dengan kondisi di lapangan. Simulasi juga menjadi sarana untuk melihat penerapan inovasi tersebut sekaligus mengidentifikasi aspek teknis dan keselamatan yang perlu diperhatikan.
Kegiatan ini turut melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), instansi terkait, serta perwakilan sektor swasta. Sejumlah pejabat yang hadir di antaranya Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Keamanan dan Keselamatan Publik, Irjen Pol. Edgar Diponegoro, S.I.K., M.H.; Kepala BIN Daerah Kalimantan Timur, Brigjen TNI Priyanto Eko Widodo, S.IP.; Danlanud Dhomber, Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana, M.Han.; serta Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Buyung Dodi Gunawan, S.T., S.H., M.M.
Selain itu, kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Kodam VI/Mulawarman, Korem 091/Aji Surya Natakesuma, OIKN, unsur kehutanan, Basarnas, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), serta sejumlah perusahaan, termasuk PT Berau Coal dan perusahaan lainnya yang diwakili pejabat terkait.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman karhutla. Penanganan kebakaran hutan dan lahan membutuhkan koordinasi, kesiapan personel, dukungan teknologi, serta keterlibatan berbagai pihak untuk meminimalkan dampak terhadap masyarakat dan lingkungan.
Melalui simulasi ini, Polda Kaltim bersama Universitas Mulawarman diharapkan dapat mengevaluasi potensi penggunaan Surface Active Agent sebagai salah satu alternatif pendukung pemadaman karhutla. Evaluasi dan pengujian lebih lanjut tetap diperlukan untuk memastikan efektivitas, keamanan penggunaan, serta dampaknya terhadap lingkungan sebelum teknologi tersebut diterapkan secara lebih luas.
Polda Kaltim terus mendorong kerja sama dengan kalangan akademisi, pemerintah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan guna memperkuat upaya pencegahan serta penanganan karhutla di Kalimantan Timur.
Melalui kolaborasi dan pengembangan inovasi yang berkelanjutan, upaya penanganan karhutla diharapkan semakin optimal dalam melindungi masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, dan menekan risiko kerusakan akibat kebakaran hutan dan lahan.(Heptana)










