Bidik86.com || BALIKPAPAN – Rangkaian Pekan Budaya Borneo 2026 memasuki hari ketiga sekaligus mencapai puncaknya pada Minggu (8/11/2026). Berbagai kegiatan seni dan budaya mewarnai penutupan festival yang diselenggarakan di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, dengan menghadirkan Kalimantan Culture Carnival serta apresiasi kepada para pelestari budaya.
Salah satu agenda utama pada hari ketiga adalah Kalimantan Culture Carnival yang dijadwalkan berlangsung pukul 08.00 hingga 12.00 WITA. Karnaval ini dipelopori oleh Asosiasi Karnaval Indonesia Kota Balikpapan bekerja sama dengan Kopaskal.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi peserta perseorangan maupun kelompok untuk menampilkan kreativitas melalui busana, musik, koreografi, properti, dan berbagai bentuk seni pertunjukan yang mencerminkan kekayaan budaya Kalimantan dan Nusantara.
Melalui karnaval ini, masyarakat diajak menyaksikan bagaimana tradisi dapat terus berkembang melalui kreativitas tanpa kehilangan nilai dan identitas budayanya. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi ruang interaksi masyarakat untuk mengenal dan mengapresiasi keberagaman budaya.
Apresiasi bagi Para Pelestari Budaya
Memasuki malam puncak penutupan, Pekan Budaya Borneo 2026 juga menghadirkan agenda penting berupa penyerahan penghargaan apresiasi kepada para pelestari budaya.
Penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas kontribusi individu yang selama ini berperan menjaga keberlanjutan pengetahuan, keterampilan, serta praktik budaya di tengah masyarakat.
Apresiasi ini sekaligus menegaskan bahwa para penjaga tradisi memiliki peran penting dalam ekosistem pelestarian kebudayaan. Sebab, keberlangsungan budaya tidak hanya bergantung pada karya seni, tetapi juga pada orang-orang yang menguasai, mempraktikkan, dan mewariskan pengetahuan tradisional kepada generasi berikutnya.
Rangkaian acara penutupan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 20.00 WITA di Taman Bekapai, Balikpapan, dengan menghadirkan sejumlah pertunjukan, di antaranya Tari Eksotika Borneo, Tari Kawasaran, Madihin, teater, musik Sapeq, dan Petala Borneo.
Dari Festival Menuju Ekosistem Pewarisan Budaya
Pekan Budaya Borneo 2026 dibangun berdasarkan empat gagasan utama, yakni mengenali, menghubungkan, mewariskan, dan menumbuhkan. Keempat gagasan tersebut menegaskan bahwa kebudayaan merupakan pengetahuan hidup yang membutuhkan ruang pembelajaran, dukungan komunitas, serta keterlibatan generasi penerus.
Melalui kegiatan ini, Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Timur berupaya mempertemukan generasi muda dengan para penjaga tradisi, membuka akses masyarakat terhadap kebudayaan, serta membangun jejaring pelestarian yang berkelanjutan.
Pekan Budaya Borneo diharapkan tidak berhenti sebagai festival atau agenda seremonial semata, tetapi menjadi pijakan bagi pengembangan program pelestarian kebudayaan yang lebih partisipatif, terdokumentasi, dan berorientasi pada keberlanjutan pengetahuan tradisi.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan tersebut, semangat pelestarian budaya diharapkan terus tumbuh melalui keterlibatan masyarakat, komunitas, seniman, maestro, dan generasi muda.
BORNEO MENYAPA, NUSANTARA BERSUA!
(Heptana)












